• tentang penggunaan bioplasenta


    Assalamu’alaikum.Wr.Wb

    Bada tahmid dan sholawat. semoga keRidhoan Allah selalu menyertai setiap langkah kita.

    Saya ingin bertanya tentang penggunaan bioplasenta (salep berwarna putih yang dijual di apotik)

    saya pernah menggunakan itu (atas anjuran teman) ketika tangan saya terkena minyak panas yang cukup parah. tetapi saya ragu, apakah itu halal atau tidak. karena di label tulisannya kurang saya mengerti (dengan bahasa inggris), terlebih lagi terpikir oleh saya bahannya adalah plasenta. kira-kira plasenta apa yach.

    saya mohon bantuan penjelasan dari dokter klinik sehat

    halalkah penggunaan produk-produk yang tidak dilampirkan kehalalnya, walaupun bukan untuk dikonsumsi tapi digunakan pada kulit yang saya pikir akan meresap ke tubuh kita dan digunakan saat kita sholat.

    terimakasih atas perhatian dan jawabannya. semoga menjadi ladang amal di sisi Allah dan semakin luasnya pengetahuan ilmu.

    wassalam.

    JAWABAN

    Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

    Masalah kehalalan obat memang masih menjadi kendala bagi umat islam, karena sampai saat ini hampir tidak ada produk obat (terutama obat kimia) yang bersertifikasi halal. Saat ini memang sudah ada produk obat herbal yang sudah mendapatkan sertifikasi halal, tetapi penggunaan obat ini masih sangat terbatas. Keadaan ini tidak akan berubah jika tidak ada kesadaran dari kita, baik sebagai pengguna (masyarakat) maupun produsen (pabrik obat) maupun perantara (dokter, apoteker dll).

    Khusus mengenai obat salep untuk luka bakar yang Sdr tanyakan, memang mengandung ektract placenta. Hanya saja memang kami tidak tahu apakah dari placenta manusia atau hewan.  (silahkan lihat di www.halalguide.info).   Jika kita mengetahui, sebenarnya ada obat untuk mengatasi luka bakar terutama luka bakar ringan yang sudah jelas kehalalannya, yaitu dengan madu. Penggunaan madu secara topikal / oles dengan cara yang benar (sebelumnya luka dibersihkan dahulu) insyaallah dapat membantu penyembuhan luka termasuk luka bakar. Lima faktor utama madu sebagai obat luar :

    1. High osmolality

    Madu adalah suatu cairan yang ”SuperSaturated”. Memiliki kandungan air yang sangat sedikit, sehingga
    bakteri tidak dapat berkembang biak.

    2. Hidrogen peroxida (H2O2)

    Ketika madu kontak dengan luka, cairan dari luka terserap oleh madu karena nilai osmose dari madu tinggi (High Osmolalyty). Madu yang kontak dengan luka, Pada saat itu terjadi pengenceran madu oleh cairan tubuh. Pada proses ini terbentuk H2O2 secara bertahap/perlahan (slowly release). H2O2 yang terbentuk ini menghambat pertumbuhan bakteri tanpa merusak jaringan tubuh. H2O2 juga membantu melepaskan jaringan mati.

    3. Antibacterial Phytochemicals

    Madu menjadi bersifat antibacterial karena adanya phytochemical Kandungan ini merupakan salah satu zat dasar yang dimiliki oleh setiap jenis madu, walau memiliki komposisi kandungan yang berbeda.

    4. Nutrition and vascularisation

    Madu Mengandung nutrisi yang bagus untuk jaringan granulasi yang sedang tumbuh guna menutup luka. Dengan terhambatnya pertumbuhan bakteri, jaringan mati terangkat (necrotik), maka kontak antara madu dan jaringan necrotic menjadi baik sekali. Dibantu oleh nutrisi yang baik, maka jaringan granulasi tumbuh dengan baik dan vascularisasi bertambah.

    5. Increased lymphocyte and phagocytic activity

    Pada penelitian terakhir, terbukti bahwa jumlah limfosit dan fagosit di daerah luka, yaitu pada jaringan granulasi, meningkat bila digunakan madu sebagai pengobatan luka tersebut.

    Dan penelitian mengenai khasiat madu sebagai obat luar (oles) untuk mengatasi luka sudah banyak dilakukan dengan hasil yang memuaskan. (sf/)

    Wassalam

    Print Friendly
    Leave a reply →

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.

Photostream

Print Friendly

Login

Register | Lost your password?