• Sakit Kepala Tak Tertahankan

    Assalamualaikum wr. wb.

    Saya pernah beberapa kali sakit kepala yang saya rasa tidak bisa menahan rasa sakitnya, Perut juga agak-agak mual, makan jadi ga enak. Kalau sudah begitu saya langsung minum obat sakit kepala (neuralgin). Setengah jam atau satu jam kemudian sakitnya Insya Allah sudah jauh berkurang. Sebenarnya saya ga mau harus minum obat terus kalau sakit kepala seperti itu. Apalagi saya masih menyusui. Yah, kalau bisa jangan pernah sakit kepala seperti itu lagi deh.

    Apa yang harus saya lakukan agar saya bisa bebas dari sakit kepala seperti itu?


    Jawaban :

    Wa’alaikum Salam wr. wb.

    Ibu yang saya hormati dan Insya’alloh dalam lindungan Alloh SWT selalu. Penyakit yang ibu alami saat ini adalah kemungkinan besar yang disebut Gastritis. Saya akan mengulas tuntas tentang penyakit tersebut saat ini.

    I. Defenisi

    Gastritis adalah imflamasi (pembengkakan) dari mukosa lambung. Inflamasi ini mengakibatkan sel darah putih menuju ke dinding lambung sebagai respon terjadinya kelainan pada bagian tersebut. Bedasarkan pemeriksaan endoskopi ditemukan eritema mukosa, sedangkan hasil foto memperlihatkan iregularitas mukosa.

    Gastritis terbagi dua, yaitu:

    1. Gastritis akut

    Merupakan kelainan klinis akut yang jelas penyebabnya dengan tanda dan gejala yang khas. Biasanya ditemukan sel inflamasi akut dan neutrofil.

    Jenisnya adalah: gastritis stress akut, gastritis erosive kronis, gastritis eosinofilik, gastritis bakterialis.

    1. Gastitis kr
      onik

    Penyebabnya tidak jelas, sering bersifat multifaktor dengan perjalanan kilnik bervariasi. Kelainan ini berkaitan erat dengan infeksi H. pylori.

    Jenisnya adalah: gastritis sel plasma, penyakit meniere.

    II. Etiologi

    1. Gastritis akut
    1. Gastritis stress akut, merupakan jenis Gastritis yang paling berat, yang disebabkan oleh penyakit berat atau trauma (cedera) yang terjadi secara tiba-tiba.
    2. Gastitis erosif kronis, bisa merupakan akibat dari :

    iritan seperti obat-obatan, terutama aspirin dan obat anti peradangan lain

    penyakit Crohn

    infeksi virus atau bakteri

    1. Gastritis esinofilik, terjadi akibat dari reaksi alergi terhadap infestasi cacing gelang. Eosinofil (sel darah putih) terkumpul di dinding lambung.

    Umumnya yang menjadi penybab penyakit ini, antara lain:

    • Obat-obatan: Aspirin, obat antiinflamasi nonsteroid (AINS)
    • Alkohol
    • Gangguan mikrosirkulasi mukosa lambung: trauma, stress, sepsis.

    Secara makroskopik terdapat lesi erosi mukosa dengan lokasi berbeda. Jika ditemukan pada korpus dan fundus, biasanya disebabkan stress.

    B. Gastritis kronik

    1. Gastritis sel plasma, merupakan Gastritis yang penyebabnya tidak diketahui. Sel plasma (salah satu jenis sel darah putih) terkumpul di dalam dinding lambung dan organ lainnya.
    2. Penyakit meniere, merupakan jenis gastritis yang pnyebabnya tidak diketahui. Dinding lambung menjadi tebal, lipatannya menebal, kelenjarnya membesar dan memiliki kista yang terisi cairan. Sekitar 10% penderita penyakit ini menderita kanker lambung.

    Jadi umumnya pada gastritis kronik penyebabnya berhubungan dengan Helicobacter pylori.

    III. Patofisiologi

    Terdapat gangguan keseimbangan faktor agresif dan faktor defensive yang berperan dalam menimbulkan lesi pada mukosa.

    Faktor agresif

    Faktor defensif

    Asam lambung

    Pepsin

    AINS

    Empedu

    Infeksi bakteri dan virus

    Bahan korosif: asam & basa

    Mukus

    Bikarbonas mukosa

    Prostaglandin mikrosirkulasi

    Dalam keaadaan normal, faktor defensif dapat mengatasi faktor agresif sehingga tidak terjadi kerusakan atau kelainan patologi. Sedangkan pada gastritis kronik belum diketahui dengan pasti.

    IV. Manifestasi Klinik

    A. Gastritis akut

    1. Gastritis stress akut, penyebabnya (misalnya penyakit berat, luka bakar atau cedera) biasanya menutupi gejala-gejala lambung, tetapi perut sebelah atas terasa tidak enak. Segera setelah cedera, timbul memer kecil dilapisan lambung. Dalam beberapa jam memar ini bias berubh menjadi ulkus. Ulkus dan Gastritis bias menghilang apabila penderita sembuh dengan cepat dari cideranya. Apabila tidak sembuh 2-5 hari maka akan terjadi pendarahan, cairan lambung akan bewarna kemerahan dan tekanan darah akan turun.
    2. Gastitis erosif kronis , berupa mual ringan dan nyeri di perut sebelah atas. Tetapi banyak penderita (misalnya memakai aspirin jangka panjang) tidak merasa nyeri. Penderit lainnya merasakan gejala yang mirip ulkus, yaitu nyeri ketika perut kosong. Jika Gastritis manyebabkan pendarahan dari ulkus lambung, gejalanya bias berupa tinja bewarna kehitaman seperti aspal atau muntah darah dan makanan yang nenyerupai endapan kopi.
    3. Gastritis esinofilik, nyeri perut atau muntah bias disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan ujung saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari.

    Sindrom dyspepsia berupa nyeri berupa nyeri epigastrium, mual, kembung, muntah, merupakan satu keluhan yang sering muncul. Ditemukan pula pendarahan saluran cerna berupa hematemesis dan melena, kemudian disusul dengan tanda-tanda anemia pasca pendarahan.

    B. Gastritis kronik

    1. Gastritis sel plasma, nyeri perut dan muntah bias terjadi bersamaan dengan timbulnya ruam di kulit dan diare.
    2. Penyakit meniere, nyeri lambung disertai hilangnya nafsu makan, mual, muntah dan penurunan berat badan. Penimbunan cairan dan pembengkakan jaringan bisa disebabkan karena hilangnya protein dari lapisan lambung yang meradang. Protein yang hilang ini bercampur dengan isi lambung yang dibuang dari tubuh.

    Kebanyakan pasien pada kasus gastritis kronik tidak mempunyai keluhan. Hanya sebagian kecil yang mendapat gejala diatas.

    V. Diagnosis

    Jika seseorang merasakan nyeri pada perut sebelah atas disertai mual dokter akan menduganya Gastritis. Jika gejalanya menetap, jarang dilakukan pemeriksaan dan pengobatan dimulai berdasarkan penyebab yang mungkin.

    Jika diagnosisnya belum meyakinkan, mungkin perlu dilakukan pemeriksaan lambung dengan endoskopi dan biopsy (penganbilan contoh lapisan lambung untuk diperiksa dibawah mikroskop). Sedangkan pada Gastrits akibat bakteri bisa diketahui dengan pemeriksaan darah.

    VI. Pengobatan & Terapi

    Pengobatan yang dilakukan terhadap Gastritis bergantung pada penyebabnya. Pada banyak kasus Gastritis, pengurangan asam lambung dengan bantuan obat sangat bermanfaat. Antibiotik untuk menghilangkan infeksi. Penggunaan obat-obatan yang mengiritasi lambung juga harus dihentikan, seperti obat-obatan pereda nyeri dan sakit kepala. Pengobatan lain juga diperlukan bila timbul komplikasi atau akibat lain dari Gastritis. Untuk ibu yang sedang menyusui sebaiknya saya anjurkan gunakanlah obat-obatan alamiah atau herbal untuk mengobati lambung ibu yang bermasalah. Seperti madu, Habbatussauda, temulawak dan kunyit. Untuk lebih lanjut Ibu dapat gunakan beberapa produk kami seperti Gastricap, Habbatussauda dan madu Klinik Sehat yang terjamin keasliannya. Selamat mencoba dan rasakan sendiri khasiatnya. Terimakasih !

    Wassalamu’alaikum,wr,wb.

     

    Print Friendly
    Leave a reply →

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.

Photostream

Print Friendly

Login

Register | Lost your password?