• nyeri perut kiri bawah

    assallamualaikum
    saya mau tanya dok.. saya merasakan nyeri bagian kiri bawah perut terkadang sampai ke
    selangkanga dan pinggang kiri belakang. terkadang nafas saya sesak… jika diperiksa ke dokter hasil rontgen paru katanya
    bagus…hasil ekg jantung normal… test urine dan darah baik… usg abdomen bagus… cuma
    tetap saja masih nyeri di kiri bawah… dan terkadnag nyeri di dada kanan dan kiri semacam otot
    ketarik.ohya.. kata dokter menurut hasil rontgen saya kena appendict cronick.. maksutnya apa ya dok..
    apa harus operasi usus buntunya…
    sekiranya cukup sekian curhat saya ke dokter.. dengan segala hormat saya mengharapkan
    dokter mau menanggapi nya segera.. terima kasih
    wassaLLamualaikum
     
     
     

    Wa’alaikum Salam,Wr.Wb.

    Saudara Hakim yang di Rahmati Alloh SWT, Diagnosa Apendisitis Cronic dapat ditegakkan bila ada beberapa hal pemeriksaan, Yaitu :

    1. Pemeriksaan Fisik.

    · Inspeksi/dilihat : pada apendisitis akut sering ditemukan adanya abdominal swelling, sehingga pada pemeriksaan jenis ini biasa ditemukan distensi perut/ketegangan otot perut.

    · Palpasi/perabaan : pada daerah perut kanan bawah apabila ditekan akan terasa nyeri. Dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri. Nyeri tekan perut kanan bawah merupakan kunci diagnosis dari apendisitis. Pada penekanan perut kiri bawah akan dirasakan nyeri pada perut kanan bawah. Ini disebut tanda Rovsing (Rovsing Sign). Dan apabila tekanan di perut kiri bawah dilepaskan juga akan terasa nyeri pada perut kanan bawah.Ini disebut tanda Blumberg (Blumberg Sign).

    · Pemeriksaan colok dubur : pemeriksaan ini dilakukan pada apendisitis, untuk menentukan letak apendiks, apabila letaknya sulit diketahui. Jika saat dilakukan pemeriksaan ini dan terasa nyeri, maka kemungkinan apendiks yang meradang terletak didaerah pelvis. Pemeriksaan ini merupakan kunci diagnosis pada apendisitis pelvika.

    · Pemeriksaan uji psoas dan uji obturator : pemeriksaan ini juga dilakukan untuk mengetahui letak apendiks yang meradang. Uji psoas dilakukan dengan rangsangan otot psoas lewat hiperektensi sendi panggul kanan atau fleksi aktif sendi panggul kanan, kemudian paha kanan ditahan. Bila appendiks yang meradang menempel di m. psoas mayor, maka tindakan tersebut akan menimbulkan nyeri. Sedangkan pada uji obturator dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul pada posisi terlentang. Bila apendiks yang meradang kontak dengan m.obturator internus yang merupakan dinding panggul kecil, maka tindakan ini akan menimbulkan nyeri. Pemeriksaan ini dilakukan pada apendisitis pelvika.

    2. Pemeriksaan Penunjang

    · Laboratorium : terdiri dari pemeriksaan darah lengkap dan test protein reaktif (CRP). Pada pemeriksaan darah lengkap ditemukan jumlah leukosit antara10.000-20.000/ml (leukositosis) dan neutrofil diatas 75%, sedangkan pada CRP ditemukan jumlah serum yang meningkat.

    · Radiologi : terdiri dari pemeriksaan ultrasonografi dan CT-scan. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan bagian memanjang pada tempat yang terjadi inflamasi pada apendiks. Sedangkan pada pemeriksaan CT-scan ditemukan bagian yang menyilang dengan apendikalit serta perluasan dari apendiks yang mengalami inflamasi serta adanya pelebaran sekum.

    Apabila salah satu atau pemeriksaan yang lainnya positif, maka Anda dapat dikatakan positif Apendiks. Jangan pernah menduga  hasil diagnosa Dokter sepenuhnya benar, lakukan pemeriksaan langsung ke Dokter yang lebih baik. Jaga selalu pola makan Anda, hindari makanan yang pedas, bersantan, asam, mengandung susu dan soda. Apabila Anda benar positif terdiagnosa Apendiks lakukan pemeriksaan lanjutan ke Dokter Bedah. Semoga bermanfaat ! (dr.z/ks)

    Wassalamu’alaikum,Wr.Wb.

    Print Friendly
    Leave a reply →

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.

Photostream

Print Friendly

Login

Register | Lost your password?