• Klinik Sehat-Forsimpta: Galang Dana Gempa Padang

    Saudara-saudara yang dirahmati Allah SWT, baru saja kita melaksanakan ibadah ramadhan. Ramadhan yang penuh keberkahan dengan banyaknya ibadah terutama puasa yang memiliki keutamaan yang besar karena akan mengantarkan umat islam kepada derajat takwa. Sebagaimana kita pahami bahwa takwa adalah solusi kehidupan di dunia dan akhirat.

    "Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS Al A’raf (7) ayat 96)

    Ayat di atas mengungkapkan dengan sangat jelas bahwa jika penduduk negeri beriman dan bertakwa maka keberkahan akan datang dari langit dan bumi. Namun jika kita menyepelekan perintah-perintah Allah dalam Al Qur’an maka siksa Allah yang akan berlaku akibat perbuatan yang dilakukan.

    Kita sangat berharap bahwa bencana yang terjadi di negeri kita akhir-akhir ini bukanlah azab atau siksa dari Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW pernah mengatakan: Umatku dirahmati Allah dan tidak akan disiksa di akhirat, tetapi siksaan terhadap mereka di dunia berupa fitnah-fitnah, gempa bumi, peperangan dan musibah-musibah (HR. Abu Dawud)

    Namun suatu saat gempa bumi terjadi di zaman Rasulullah SAW, beliau meletakan tangannya di atas bumi dan mengatakan, “Tenanglah, kamu tidak boleh berguncang lagi setelah ini.” Beliau menoleh kepada para sahabat, “sesungguhnya Tuhan kalian sedang menegur kalian, ambilah pelajaran.”

    Ketika gempa bumi terjadi di zaman Umar bin Khathab, beliau berkata, “Wahai manusia gempa bumi ini terjadi karena kesalahan yang dilakukan oleh manusia.” Ka’ab berkata, Gempa bumi sesungguhnya terjadi karena maksiat untuk membedakan hambanya yang ada di bumi. “Umar bin Abdul Aziz menulis surat ke kota-kota yang isinya, “Gempa bumi yang terjadi karena Allah menegur hamba-Nya.” Suatu saat terjadi lagi dan beliau memerintahkan kepada semua manusia agar keluar dari rumah dan bersedekah dengan apa yang mereka miliki bagi mereka yang punya, karena Allah berfirman:

    "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan Dia ingat nama Tuhannya, lalu Dia sembahyang." (QS Al A’laa (87) ayat 14-15)

    Keduanya berkata: "Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi. (QS Al A’raf (7) ayat 23)

    Nuh berkata: Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. dan Sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaKu, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaKu, niscaya aku akan Termasuk orang-orang yang merugi." (QS Huud (11) ayat 47)

    dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam Keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia menyeru dalam Keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim." (QS Al Anbiyaa (21) ayat 87)
    Rasulullah SAW, bersabda:

    Akan terjadi di suatu masa, saat manusia bakhil dengan dinar dan dirham (harta) dan saling jual beli dengan iinah (orang yang menjual barangnya dengan harga tertentu dan dibayar pada waktu tertentu, kemudian ia membelinya dengan lebih murah dari harga semula), dan mereka mengikuti ekor sapi (peternakan dan pertanian) dan meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah menimpakan bencana kepada mereka, Allah tidak akan mengangkat bencana tersebut sehingga mereka kembali kepada agama mereka.” (HR Ahmad)

    Ibnu Umar berkata, “Kamu sudah melihat kami, dimana salah seorang diantara kami tidak lebih berhak dengan dinar dan dirhamnya daripada saudara muslimnya. Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

    Jika manusia pelit dengan dinar dan dirham (harta) dan saling jual beli dengan cara iinah, mereka meninggalkan jihad di jalan Allah, mereka mengambil ekor sapi, Allah akan menimpakan kepada mereka bencana dari langit dan tidak akan mengankat azab tersebut sehingga mereka kembali kepada agama mereka" (HR Abu Dawud)

    Saudara-Saudara yang dirahmati Allah SWT, marilah kita ulurkan tangan membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Forum Silaturahim Masjid Perkantoran Jakarta (FORSIMPTA) menghimbau dan menfasilitasi dengan membuka rekening Dompet Gempa Indonesia di Bank Syariah Mandiri No. 1170006710 an. Forsimpta

    Untuk sementara sudah diawali oleh:
    1. FORSIMPTA Rp. 2.500.000,-
    2. Klinik Sehat Rp. 2.500.000,-
    Total Sementara Rp. 5.000.000,-

    FORSIMPTA akan terus berdakwah dan berjuang menjadikan masyarakat muslim perkantoran Jakarta khususnya, menjadi orang-orang yang sholeh dan diridoi yang senantiasa mendapat pertolongan dari Allah SWT.

    Print Friendly
    Leave a reply →

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.

Photostream

Print Friendly

Login

Register | Lost your password?