• KIAT-KIAT SUKSES RAMADHAN 1429 H

    “Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khathab ra., ia berkata: Aku pernah mendengar
    Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang hanya
    memperoleh apa yang ia niatkan.
    ……………………………………………

    KIAT-KIAT SUKSES RAMADHAN 1429 H

    1. Niat.

    “Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khathab ra., ia berkata: Aku pernah mendengan Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang hanya memperoleh apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-nya maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ditujunya atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa yang dihijrahkannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

    2. Menuntut Ilmu.

    Allah berfirman:
    “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. al-Mujadilah: 11).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dirham atau dinar, namun mereka mewariskan ilmu, maka barang siapa yang mengambil ilmu berarti ia telah mengambil (warisan para nabi) dengan bagian yang banyak” (HR. Tirmidzi).

    3. Banyak ber-Dzikir kepada Allah SWT.

    Allah berfirman:
    “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang ” (QS. al-Ahzab: 41-42).

    Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah saw ditanya: “Hamba yang bagaimanakah yang paling baik di sisi Allah pada hari kiamat?” Beliau menjawab: “Orang yang banyak berdzikir.”

    4. Memakmurkan masjid.

    Allah berfirman:
    “Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual-beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan (dari) membayar zakat. MEreka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas” (QS. an-Nur: 36-38).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Berilah kabar gembira untuk orang-orang yang berjalan menuju masjid dalam kegelapan dengan cahaya paripurna pada hari kiamat” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Barangsiapa yang shalat lima waktu dengan berjama’ah, maka akan berjalan di atas titian shirath laksana kilatan cahaya dalam rombongan pertama yang lebih dulu masuk (surga), dan pada hari kiamat ia datang dengan muka bagaikan bulan purnama” (HR. Thabrani).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Jika kalian melihat seseorang yang selalu melazimkan diri ke masjid, maka saksikanlah oleh kalian bahwa ia adalah beriman” (HR. Tirmidzi).

    5. Menyibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat.

    Dalam mensifati orang Mukmin, Allah berfirman:
    “Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) ang tiada berguna” (QS. al-Mukminun: 3).

    “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda: “Sebagian dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tak berguna” (HR. Tirmidzi).

    6. Menjaga ukhuwah.

    “Diriwayatkan dari Abu Hamzah, Anas bin MAlik ra., pelayan Rasulullah saw, bahwa beliau bersabda: “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari dan Muslim).

    7. Jangan marah.

    “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.,: ‘Bahwa ada seseorang lelaki erkata kepada Nabi saw.: ‘Berilah aku nasihat.’ Maka baginda menjawab: ‘Jangan marah.’ Maka orang itu mengulangi (permintaannya) beberapa kali, dan lagi-lagi Nabi menjawab: ‘Jangan marah!” (HR. Bukhari).

    8. Kesabaran adalah cahaya.

    Allah berfirman:
    “Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah dia dan bersabarlah dalam beribadat kepada-Nya” (QS. Maryam: 65).

    Allah berfirman:
    “Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS. az-Zumar: 10).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Dan kesabaran adalah cahaya” (HR. Muslim).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Tidaklah seseorang memberikan suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas manfaatnya kecuali kesabaran” (Muttafaqun ’alaih).

    9. Bertaqwa kepada Allah dan berakhlak terpuji.

    Allah berfirman:
    “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga” (QS. ath-Thalaq: 2-3).

    “Diriwayatkan dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman Mu’adz bin Jabal ra., dari Rasulullah saw. Beliau bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada. Dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji” (HR. Tirmidzi).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Janganlah meremehkan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan muka yang berseri ketika bertemu saudaramu” (HR. Muslim).

    10. Malu bagian dari iman.

    “Diriwayatkan dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr al-Anshari ra., ia bertutur bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya sebagian dari ucapan nubuwah (kenabian) pertama yang diperoleh manusia ialah ‘Bila engkau tidak malu, maka berbuatlah semaumu” (HR. Bukhari).

    11. Memperbanyak istighfar.

    Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw., Baginda bersabda:
    “Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampun dan bertobat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari” (HR. Bukhari).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Barangsiapa yang banyak beristighfar maka Allah akan memberikan baginya kelapangan dari setiap kesusahan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga” (HR. Abu Daud).

    12. Memperbanyak puasa pada bulan sya’ban,

    Sebagai persiapan menyongsong Ramadhan, dan mengikuti sunnah Rasulullah saw. Aisyah ra telah berkata: “Nabi tidak pernah berpuasa pada suatu bulan lebih banyak dibandingkan bulan Sya’ban, sesungguhnya Beliau pernah berpuasa pada bulan Sya’ban sebulan penuh”.

    Rasulullah saw bersabda:
    “…Sya’ban adalah bulan diangkatnya (dilaporkannya) amal ibadah manusia kepada Allah SWT, dan aku ingin ketika amal ibadahku dilaporkan, aku berada (sedang) berpuasa” (HR. Nasa’i).

    13. Puasa Wajib Ramadhan (Shiyam).

    “Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan- penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. al-Baqarah: 185).

    Hadist Qudsi:
    “Semua perbuatan anak Adam adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Sedang puasa adalah benteng.” (HR. Muslim)

    Rasulullah saw bersabda:
    “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan semata-mata karena Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari).

    Dari Abu Amamah ra., ia berkata:
    “Saya datang kepada Rasulullah saw dan berkata: Perintahkan aku akan suatu amalan yang memasukkan aku ke surga.” Beliau menjawab: “Puasalah, karena puasa tidak ada tandingannya.” Kemudian saya datangi lagi yang kedua kalinya, beliau pun berkata: “Puasalah” (HR. Ahmad).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Barangsiapa tidak puasa bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan rukhshah atau sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak bias ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidup” (HR. Tirmidzi).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktekkannya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekedar meninggalkan makan dan minum” (HR. Bukhari dan Muslim).

    14. Rukun puasa.

    a. Niat ikhlas karena Allah SWT, puasa tidak sah apabila tidak disertai niat
    b. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan (makan, minum dan bersetubuh(berjimak) serta hal-hal yang berada pada hukum itu) mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, berdasarkan QS. al-Baqarah: 187.

    15. Bersahur dan Mengakhirkannya.

    Bila hendak berpuasa, disunnahkan makan sahur pada saat sebelum tiba waktu subuh (fajar) / mengakhirkannya.

    Rasulullah saw bersabda:
    “Bersahurlah kamu, karena dalam sahur terdapat berkah” (Muttafaqun ‘alaih).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Makanan sahur semuanya bernilai berkah, maka jangan anda tinggalkan, sekalipun hanya dengan seteguk air. Allah dan para malaikat mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur” (HR. Ahmad).

    16. Bersegera berbuka Puasa (Ifthar).

    Bila berpuasa, ketika waktu maghrib tiba, disunnahkan untuk segera berbuka puasa..

    Rasulullah saw bersabda:
    “Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang paling dicintai oleh-Nya ialah mereka yang bersegera berbuka puasa” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Barangsiapa mendapatkan buah kurma masak (tamar), hendaklah ia berbuka dengannya. Jika tidak mendapatkannya, hendaklah ia berbuka dengan air, karena air adalah suci” (HR. Ahmad)

    17. Berdo’a.

    Artinya:
    “Dan Rabb-mu berfirman: Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. al-Mukmin: 60).

    Artinya:
    “Dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya Rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. al-A’raf: 56).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: ‘Sesungguhnya do’a adalah ibadah.’ Kemudian beliau membaca ayat: ‘Dan Rabb-mu berfirman: Berdo’alah kepada-Ku…’” (HR. Tirmidzi).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Ada tiga kelompok manusia yang do’anya tidak ditolak Allah. Yang pertama ialah do’a orang-orang yang berpuasa sehingga mereka berbuka” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Berdo’alah kalian kepada Allah dengan keyakinan bahwa do’a itu dikabulkan, karena Allah tidak akan menerima do’a dari hati yang lalai dan main-main” (HR. Tirmidzi).

    18. Tilawah (membaca) al –Qur’an.

    Artinya:
    “Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (al-Qur’an)” (QS al-Kahfi: 27).

    Allah berfirman:
    “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (al-Qur’an) dan dirikanlah shalat” (QS al-‘Ankabut: 45).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Bacalah al-Qur’an, karena al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi orang yang membacanya” (HR. Muslim).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Pada bulan Ramadhan malaikat Jibril pernah turun dan menderas al-Qur’an dengan Rasulullah saw” (HR. Bukhari).

    19. Memberikan santapan berbuka puasa (ifthar) dan sedekah lainnya.

    Rasulullah saw bersabda:
    “Barangsiapa yang memberi ifthar kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i).

    Memberikan makan dan sedekah selama bulan Ramadhan bukan hanya untuk keperluan ifthar, melainkan juga untuk segala kebaikan.

    Rasulullah saw bersabda:
    “Setiap kebaikan adalah sedekah” (HR. Muslim).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Senyummu terhadap saudaramu adalah sedekah bagimu…dan memberikan air yang ada di timbamu untuk saudaramu adalah sedekah bagimu” (HR. Tirmidzi).

    20. Zakat, Infaq dan Sedekah.

    Artinya:
    “Dan orang-orang yang menunaikan zakat” (QS al-Mukminun: 4).

    Artinya:
    “Dan orang-orang yang dalam hartanya terdapat hak yang jelas, bagi orang-orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (tapi tidak mau meminta)” (QS al-Ma’arij: 24-25).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Tiga hal, barangsiapa yang melakukannya, maka sungguh dia telah merasakan keimanan, yaitu orang yang menyembah hanya kepada Allah, (pengakuan) bahwa tidak ada ilah selain Allah, dan menunaikan zakat dari hartanya dengan penuh kerelaan. Dengan zakat tersebut ia memberikan bantuan setiap tahun” (HR. Abu Daud).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang diberikan orang kaya” (HR. Bukhari).

    Rasulullah saw bersabda:
    “…sedekah itu dapat menghapus kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api…” (HR. Tirmidzi).

    21. Shalat tarawih (Qiyam Ramadhan).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Dari Abu Hurairah menceritakan, bahwa Nabi saw sangat menganjurkan Qiyam Ramadhan dengan tidak mewajibkannya. Kemudian Nabi saw bersabda: “Siapa saja yang mendirikan shalat di malam Ramadhan penuh dengan keimanan dan harapan maka ia diampuni dosa-dosa nya yang telah lampau” (Muttafaqun ‘alaih, lafazh Imam Muslim dalam shahihnya: 6/40).

    Rasulullah telah mensunnahkannya ketika beliau melaksanakannya dua atau tiga malam dengan para sahabatnya, kemudian beliau meninggalkannya (shalat tarawih di masjid) karena beliau khawatir ia akan dianggap sebagai shalat fardhu, padahal beliau adalah orang paling kasih saying terhadap orang-orang beriman. Maka para sahabat melakukan shalat tarawih sendiri-sendiri sehingga Umar bin Khattab menggumpulkan mereka agar shalat tarawih berjamaah dengan Imam Ubay bin Ka’ab. Dari sini mayoritas ulama menetapkan sunnahnya pelaksanaan shalat Tarawih secara berjamaah.

    22. Shalat tahajud, yaitu shalat sunnah pada malam hari setelah tidur.

    Allah berfirman:
    “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka” (QS as-Sajdah: 16).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Lakukanlah shalat malam, karena shalat malam adalah kebiasaan orang-orang sholeh sebelum kalian, ia juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus berbagai perbuatan buruk, dan pengusir penyakit dari badan” (HR. Tirmidzi).

    23. I’tikaf, berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah.

    Aisyah ra menyebutkan:
    “Rasulullah saw melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan sampai beliau wafat, kemudian para istrinya meneruskan i’tikaf setelah itu” (Muttafaqun ‘alaih).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Sunnah bagi yang i’tikaf ialah: tidak menengok orang sakit, tidak mengantarkan jenazah, tidak menyentuh wanita dan tidak berhubungan dengannya, tidak keluar masjid untuk suatu keperluan kecuali yang tidak bisa ditinggalkan, tidak i’tikaf kecuali dengan puasa dan tidak i’tikaf kecuali di masjid jami’ ” (HR. Abu Daud, ad-Daruqutni, dan al-Baihaqi).

    24. Raih Lailatul Qadar.

    Rasulullah saw bersabda:
    “Barangsiapa berdiri (beribadat) pada lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni ” (HR. Bukhari).

    Rasulullah saw bersabda:
    “Carilah lailatul qadr pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan” (Muttafaqun ‘alaih).

    25. Umrah.

    Rasulullah saw bersabda:
    “Apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw” (HR. Bukhari dan Muslim).

    26. Zakat fitrah.

    Zakat fitrah dibayar pada hari-hari terakhir Ramadhan. Ia merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh seluruh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak. (HR. Bukhari dan Muslim).

    Zakat fitrah ini dibayarkan dengan tujuan untuk menyucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu kaum fakir miskin. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

    27. Puasa 6 hari di bulan syawal.

    Rasulullah saw bersabda:
    “Barangsiapa melakukan shaum bulan Ramadhan, kemudian diikuti puasa 6 hari di bulan Syawal, maka sama dengan shaum setahun ” (HR. Muslim).

    28. Sholat idul fitri.

    Dari Anas berkata,”Adalah Rasulullah saw tidak berangkat menuju shalat Idul Fitri sehingga beliau makan beberapa buah kurma.”Berkata Murajak bin Rajak:”Menceritakan kepadaku Ubaidullah, berkata:’Telah menceritakan Anas dari Nabi saw,’Beliau memakan kurma itu dengan jumlah ganjil” (HR. Bukhari).

    Dari Jabir berkata,”Adalah Rasulullah saw apabila berhari raya beliau menggunakan jalan yang berbeda (waktu pergi dan pulang)” (HR. Bukhari).

    Disunahkan pula sebelum shalat, kaum muslimin bertakbir, bertahlil dan bertahmid.

    Abu Syaima’

    Print Friendly
    Leave a reply →

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.

Photostream

Print Friendly

Login

Register | Lost your password?